Cari Blog Ini

Jumat, 14 Oktober 2016

CARA TUNE UP ENGINE BENSIN

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 


     Untuk postingan kali ini saya akan membagikan sedikit ilmu bagai mana cara melakukan Tune Up. Untuk para pecinta otomotif  mungkin sudah tidak asing dengan istilah Tune Up. Tune Up adalah usaha untuk mengembalikan ke kondisi semula. Mengapa perlu di kembalikan ke kondisi semula karena kalau mobil di gunakan terus menerus maka akan terjadi perubahan pada komponen komponennya, sehingga dalam periode tertentu diperlukan suatu penggantian atau penyetelan ulang dalam bentuk tune up atau servis berkala. Untuk lebih lanjut silahkan baca di bawah ini.


LANGKAH KERJA TUNE - UP ENGINE BENSIN 


1. Pasang perlengkapan servis kendaraan
  • Fender cover
  • Grill cover
  • Steering cover
  • Floor cover
  • Seat cover
2. Siapkan peralatan kerja
  • Tool set lengkap 
  •  Alat ukur, meliputi : Tune-up tester, Multimeter, Radiator Tester, Radiator cup tester, Spring scale, kunci momen (torque wrench), hidrometer, feeler gauge dan mistar baja.
  • Perlengkapan servis lain, meliputi : kompresor, air gun dan kain lap bersih.
3. Pekerjaan saat mesin dingin, meliputi pemeriksaan :
  •  minyak pelumas
  •  sistem pendingin
  •  tali kipas
  •  filter bensin
  •  filter udara
  •  sistem pengapian
4. Pekerjaan saat mesin hidup, meliputi pemeriksaan :
  •  dwell angle
  •  Putaran idle
  •  saat pengapian
5. Pekerjaan setelah mesin dipanaskan, meliputi :
  •  celap katup
  •  kerja karburator
  •  stel putaran idle
  •  kompresi
  •  tes jalan

CARA PEMERIKSAAN

  1. MINYAK PELUMAS  :
    • Tarik batang pengukur, lap ujungnya, dan  masukkan kembaliTarik kembali dan periksa volume oli (diantara Full dan Low) serta kualitas oli dengan melihat warna dan kepekatan oli. Lihat perubahan warna pada oli mesin
  2. SISTEM PENDINGIN
    • periksa slang radiator
    • periksa klem
    • periksa kebocoran sirip-sirip
    • periksa kran penguras
    • Tes kebocoran sistem pendingin (menggunakan radiator tester beri tekanan sampai 1,2 Kg/Cm2
    •  Pemeriksaan tutup radiator (menggunakan radiator cup tester beri tekanan 0,6 - 1,2 Kg/Cm2)
    •  Periksa kualitas dan kapasitas air pendingin
    • Periksa volume tangki cadangan
    • Periksa tali kipas : secara visual periksa dari kemungkinan retak/aus
    • Pemeriksaan defleksi tali kipas berilah tekanan 10 Kg dan ukur defleksi tali kipas harus berada di ukuran : 7 - 11 mm (untuk pompa air - alternator) dan 11 - 14 (untuk engkol - kompresor)
    • Periksa suara bearing, pompa abnormal
    • Sirkulasi air pendingin (dilakukan saat mesin panas dan hidup)  
  3. SARINGAN BAHAN BAKAR
    • Lepas filter bahan bakar
    • Perhatikan saluran masuk dan buangnya
    • Semprotkan udara bertekanan rendah
    • Urutan penyemprotan : saluran buang - saluran masuk, saluran masuk - saluran buang, saluran buang - saluran masuk.
    • Tiup ( dengan mulut ) dari saluran masuk dan buangnya. Apabila ringan : berarti bersih, apabila berat harus diganti.
    • Pasang, perhatikan tanda panah yang ada pada tutup rumah saringan.
  4. SARINGAN UDARA (Air filter)
    • Lepas klip
    • Periksa secara visual elemen saringan udara
    • Semprot elemen saringan udara dengan urutan : dari dalam - keluar, dari luar - ke dalam, dari dalam - keluar.
    • Lap rumah saringan udara.
    • Pasang, perhatikan tanda panah yang ada pada tutup rumah saringan.
  5. BATERAI
    • Lepas pole baterai (terminal (-) terlebih dahulu kemudian lepas pole baterai (terminal (+)).
    •  Angkat baterai (posisikan tangan dibawah kotak baterai)
    • Periksa kotak, dari kemungkinan retak, menggelembung.
    • Periksa volume elektrolit (harus berada di UPPER LEVEL) bila kurang di tambah dengan air accu suling jangan pakai air accu zur karena air accu zur hanya untuk awal pemakaian.
    • Periksa lubang penguapan pada tutup, semprot dengan udara bertekanan dari kompresor.
    • Periksa berat jenis elektrolit, dengan menggunakan hidrometer (kondisi baik bila pada skala diantara 1,25 - 1,27) atau berada di warna hijau.
    • Periksa kondisi dari pole/terminal jika kotor bersihkan.
    • Periksa tegangan dengan menggunakan Voltmeter (12 -13 volt)



KOMPONEN SISTEM PENGAPIAN

A. Busi, periksa :
  • Insulator
  • Ulir busi
  • Keausan elektroda
  • Gasket Busi
  • Kondisi elektroda busi
  • Celah busi ukur dengan feeler (kondisi baik diantara 0,7-1,0 mm)
B. Kabel busi, dengan ohmmeter periksa resistance dari kabel (kondisi baik bila kurang dari 25 KΩ.

C. Distributor
  • bersihkan tutup distributor dengan lap bersih
  • Periksa secara visual, dari kemungkinan retak, aus
  • Bersihkan terminal dalam
  • Periksa panjang brush
  • Rotor, bersihkan dengan kain lap
  • Platina, periksa, bersihkan dan stel
  • Governor advancer, putar rotor kemudian lepaskan (kondisi baik bila rotor segera kembali ke tempat semula)
  • Vacuum advancer (kondisi baik bila diisap ......... dudukan platina bergerak)
  • Octan selector (posisikan Std/ tengah)

D. IGNITION COIL
  • Periksa tahanan primer koil (1,3 - 1,6 Ω)
  • Periksa tahanan sekunder koil (10,7 - 14,5 KΩ)
  • Periksa resistor koil (1,5 - 1,9 Ω)



CARA MENYETEL KATUP



  1. Mesin dipanasi dan kemudian dimatikan
  2. Tempatkan Silinder nomor 1 pada TMA atau titik mati atas atau kompresi dengan jalan memutar poros engkol.
  3. Kencangkan kembali baut-baut kepala dan baut-baut penguat roker. Momen pengencangan menunjukkan 1,8 –2,4 kgm.
  4. Stel celah katup dengan jalan celah katup diukur diantara batang katup dan lengan loker.Yang disetel hanya katup yang ditunjuk oleh panah saja. Celah katup menunjukkan Hisap 0,20 mm dan Buang 0,30 mm.
  5. Putarkan poros engkol (crankshaft) 360o.
  6. Setel katup-katup lain yang ditunjukkan oleh panah.

DATA TUNE-UP SAAT MESIN HIDUP

    DWELL ANGLE  : 520 ± 60
    Saat pengapian :( kijang 5 K = 50 sebelum TMA )
    Putaran idle        : ± 750 rpm

PEMERIKSAAN KONTAK PEMUTUS ( PLATINA )
  1. Setel celah kontak pemutus (platina) dengan fuler, putar pully poros engkol dengan kunci 17 atau 19 sampai kam rotor dengan tumit ebonit dalam posisi yang tepat
  2. Pilih fuler yang sesuai dengan besar celah kotak.
  3. Periksa celah kontak dengan fuler yang bersih.
  4. Jika celah tidak baik, stel seperti berikut.
    • Kendorkan sedikit sekrup-sekrup pada kontak tetap.
    • Stel besar celah dengan menggerakkan kontak tetap.
    • Penyetelan dilakukan dengan obeng pada takik penyetel.
    • Jika penyetelan sudah tepat, keraskan sekrup-sekrup pada kontak tetap.
    • Putar mesin satu putaran, periksa sekali lagi besarnya celah kontak.
    • Sebagai petunjuk: Besar celah platina untuk mobil biasanya 0,2-0,4 mm. Kontak pemutus biasanya diganti baru setiap 20’000 km. Kontak lama dapat diratakan dengan kikir kontak atau kertas amplas gosok dan selanjutnya dibersihkan dengan kertas yang bersih. Tetapi, kalau ketidak-rataan kontak besar, sebaiknya kontak pemutus diganti baru.
  5. Kemudian nyalakan mesin dan periksa hasil sudut dwell nya, Standar sudut dwel (Dwell Angle ) adalah 520 ± 60
PENYETELAN PENGAPIAN (TIMMING IGNITION)

  • Nyalakan Mesin
  • Setel putaran mesin pada kecepatan idle.( ± 750 rpm )
  • Pada distributor (delco) yang dilengkapi dengan oktan slektor, posisikan oktan selektor pada posisi standar.
  • lepas selang vaccum dan sumbat
  • Pasang timming light 
    • kabel merah pada positif baterai
    • kabel hitam pada negatif baterai
    • pasang kabel yang ada gambar busi pada kabel busi no 1
    • tekan saklar timming light dan sorotkan timming light pada pully poros engkol dekat dengan block mesin yg ada waktu timming
  • Pastikan waktu pengapian tepat pada 50 sebelum TMA, Jika tidak tepat lakukan langkah-langkah di bawah ini:
    • Kendorkan baut pengikat distributor (delco) kemudian putar distributor searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam sampai waktu pengapian tepat di 50 sebelum TMA.
    • Setelah tepat kencangkan kembali baut pengikat distributor.
    • Pasang kembali selang vaccum
    • Periksa kembali waktu pengapian dan pastikan waktu pengapian diantara 10o - 150 sebelum TMA. Jika tidak berarti ada kemungkinan vaccum adventure rusak / selang tersumbat
PENGUKURAN TEKANAN KOMPRESI
  1. Panaskan mesin kemudian matikan
  2. Buka semua busi
  3. Lepaskan kabel tegangan tinggi dari koil pengapian agar aliran sekunder terputus
  4. Masukkan alat pengukur kompresi ke dalam lubang busi
  5. Buka trotel gas sepenuhnya dan baca tekanan kompresi sementara mesin dihidupkan dengan motor stater.

  • Sebagai petunjuk:
    • Usahakan agar pengukuran dilakukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
    • Putaran : 250 rpm
    • Tekanan kompresi
      • STD 11,0 kg/cm2
      • Limit 9,0 kg/cm2
      • Perbedaan antara masing-masing silinder 1,0 kg/cm2


Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat.dan tunggu postingan selanjutnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar